This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
02/10/2014
19/05/2013
Untuk Sahabat, Untuk yang Dicinta
9:12 am
Ranah Sahabat
Pada pagi yang rimbun dan disesaki dingin menyelinap kesemburat pori-pori kulit, telah lama ingin kutuliskan tentang ini wahai sahabatku, tentang kebahagiaanku memilikimu, mengertimu, dan bersamamu walau tidak pada semua untaian waktu.
Sahabatku, kita tidak pernah tahu waktu dimana kita menyulam cinta, kapan tepatnya Allah menakdirkan ada rasa kasih yang dalam dihati-hati kita untuk satu sama lain. Sebab pertemuan kita adalah pertemuan para sahabat pada umumnya, yang tidak pernah tahu akan Quo Vadis rantaian kisah kita. Dari kisah sahabat, kita bertingkah dan melangkah lebih jauh pada kisah ukhuwah. Tahukah, ketika berdekatan denganmu, hanya ada rasa damai dan tentram, meski diluar sana banyak amanah menanti, kau tenangkan, kau damaikan, meski kau tak sadar, dan aku pun tentu, baru ku sadar setelah tahun ke-4 persahabatan kita terjalin. Ukhuwah itu ternyata semakin rimbun, ia menyejukan, mendamaikan.
12/05/2013
Dari Asa ke Asa
6:47 am
Ranah Life Story, Ranah Renungan
Dalam denting pagi yang sejuk, gemercik embunnya masih semilir bumi.
Rasanya sudah berabad lama saya terkurung dalam sangkar berukuran 2x3.5 m ini, tapi tentu tidak, pastinya hanya beberapa hari ketika Allah uji saya dengan Faringitis yang manja.
Masih terasa sakitnya, ketika malam lalu Allah uji saya dengan keluluhan tulang disekujur tubuh, kepala pening, nafas yang tersendat, serta suara yang hilang tak bersisa sama sekali.
Tepat pada pukul 2 malam, ketika sulit menghubungi dan memanggil siapapun, Allah mau agar saya tetap dalam ketawakalan bersama-Nya. Allah mau agar saya mampu menjadi wanita yang kuat meski tanpa sahabat, meski tanpa kasih sayang ummi yang senantiasa didekat. Allah mau agar hanya pada-Nya saya mengiba pertolongan, dan tepat pada hari ke-5, ibrah itu nampak muncul jelas, bahwa Ia tidak pernah luput pertolongan-Nya bagi hamba-Nya, tak pelik mereka ta'at atau ingkar, oleh sebab saya pun bukanlah hamba-Nya yang bersih lagi taat, namun Rahman dan Rahim-Nya memberkahi setiap helaian nafas, buaian waktu, dan irisan masa.
Tepat pada pukul 2 malam, ketika sulit menghubungi dan memanggil siapapun, Allah mau agar saya tetap dalam ketawakalan bersama-Nya. Allah mau agar saya mampu menjadi wanita yang kuat meski tanpa sahabat, meski tanpa kasih sayang ummi yang senantiasa didekat. Allah mau agar hanya pada-Nya saya mengiba pertolongan, dan tepat pada hari ke-5, ibrah itu nampak muncul jelas, bahwa Ia tidak pernah luput pertolongan-Nya bagi hamba-Nya, tak pelik mereka ta'at atau ingkar, oleh sebab saya pun bukanlah hamba-Nya yang bersih lagi taat, namun Rahman dan Rahim-Nya memberkahi setiap helaian nafas, buaian waktu, dan irisan masa.
Allah...
05/04/2013
Untuk yang Dicinta
5:44 pm
Ranah Cinta
Untuk yang dicinta, Allah, Ummi, Kakak, Sahabat dan yang terkasih,
Terimakasih atas segala motivasi dan sokongannya.
Merengkuh kembali asa yang telah hilang kemudian menjaganya bukanlah hal yang mudah. Namun kalian dengan kesabaran dan ketenangan menjadikan segalanya sebuah keniscayaan yang indah.
Tahukah, berkali-kali berpindah dalam konsep fokus proposal skripsi, berkali-kali tertatih, berkali-kali engkau mendengarkanku dengan seksama penuh kesabaran, menuntun ini-itu, berkali-kali engkau tersenyum lelah mengetahui bahwa aku masih berputar-putar dalam ruang konsep, bahkan sebenarnya aku lelah; lelah yang hampir menyerah karena menuruti keinginan diri untuk terlihat dan terkesan sempurna. Namun engkau penyemangatku yang begitu bijaksana, sehingga aku mencintai engkau semua, wahai belahan jiwa.
Tunggu aku digerbang wisuda....
Harapan itu masih banyak tersisa. Dengan-Mu, aku bahagia.
Terimakasih atas segala motivasi dan sokongannya.
Merengkuh kembali asa yang telah hilang kemudian menjaganya bukanlah hal yang mudah. Namun kalian dengan kesabaran dan ketenangan menjadikan segalanya sebuah keniscayaan yang indah.
Tahukah, berkali-kali berpindah dalam konsep fokus proposal skripsi, berkali-kali tertatih, berkali-kali engkau mendengarkanku dengan seksama penuh kesabaran, menuntun ini-itu, berkali-kali engkau tersenyum lelah mengetahui bahwa aku masih berputar-putar dalam ruang konsep, bahkan sebenarnya aku lelah; lelah yang hampir menyerah karena menuruti keinginan diri untuk terlihat dan terkesan sempurna. Namun engkau penyemangatku yang begitu bijaksana, sehingga aku mencintai engkau semua, wahai belahan jiwa.
Tunggu aku digerbang wisuda....
Harapan itu masih banyak tersisa. Dengan-Mu, aku bahagia.
Yang membangun puing-puing reruntuhan semangat;
Syifa Zein Azzahra
14/02/2013
Sebab, "Anta Ma'a Man Ahbabta"
11:39 am
Ranah Cinta
"......Meskipun Allah tidak menakdirkan kita 'berjumpa' didunia, semoga Allah mempersatukan kita bersama di Jannah-Nya"
Bukan dari sebuah goresan pena atau catatan lembaran buku yang beribu-ribu ketebalan halamannya dengan bualan-bualan tentang cinta yang membuat singgasana jiwa melayang terapung di udara, tapi ia terdengar lewat lidah seseorang yang dikenal keshalihan dan keta'atannya pada Allah, sehingga damai menerimanya, meski, lagi-lagi, hanya Allah-lah sandaran hingga penghujungnya.
Cinta, bukan makna dari ungkapan lisan 'uhibbukum', 'I love you', atau sejenisnya yang memabukkan rasa hingga lupa pada khaliqnya. Meski kadang pendar-pendar kebahagiaan menawarkan pengorbanan untuk mencapai kebersamaan mardhatillah, tapi itulah cinta. Karena pada hakikatnya, cinta bukanlah
menjerat pada kemaksiatan dan kelaliman, cinta men-tarbiyah diri dari
kesenangan merobek iman pada ketentraman mendobrak kejahilan.
25/01/2013
Meniti Rindu
4:53 am
Ranah Ilmu, Ranah Sahabat
Kudus, 25 Januari 2013
Dari pojok rindu kepada ikhwah tercinta, yang senantiasa mengingatkan tentang penghambaan kepada Allah, menyulam prestasi bersama-sama, menggapai asa saling menapaki jejakan kesabaran dan kejujuran, ya, pada kalian Ikhwah Tutorial, tempat dimana awal mula aku menghempaskan diri pada kenyamanan mencintai Allah, bersamanya tarbiyah, maka bersamanya tempaan menjadi hamba yang kuat jiwa raganya.
Ada sesal luar biasa. Tangis dan rindu bahkan telah menjadi teman sepanjang hari mengingat masa-masa dimana antum semua sedang menutup mujahadah bersama-sama, sedang aku sendiri disini "tertinggal" dan terhalang untuk "menyusul" jejak kalian.
Namun, lagi-lagi Allah tak biarkan hambanya berputus asa, maka ku azzamkan diri, bahwa betapapun besar keinginan diri untuk membersamai kalian disana dalam agenda penuh makna dan manfaat luar biasa, maka disini, kuagendakan untuk menambah ilmu, menggapai asa menjadi seorang hafidzhah, dan Kudus, adalah jajakanku.
Ikhwati, andai angin dapat menyampaikan salam kerinduan dan kecintaanku langsung pada kalian semua, maka telah jauh hari kutitipkan hal itu padanya. Agar sampai anganku, dan kalian tahu bahwa aku rindu pada mujahadah dan kebersamaan kita. Namun disini hanya doa pada Rabb kita dan pesan-pesan biasa yang mampu ku lukiskan untuk merepresentasi rindu pada yang jauh dimata namun kasih sayangnya terikat kuat dihati, karena Allah-lah hati-hati kita ditautkan, sehingga sejujurnya, aku sendiripun terheran dengan ukhuwah model abad 21 ini, beginilah Rabb kita menyusupkan cinta dihati-hati kita.
"Fa'inna ma'al 'usri yusraa, inna inna ma'al 'usri yusraa", begitulah Rabb kita berpesan.
Dan "kesulitan" serta kesesakan hati itu semua telah terganti oleh takdir Allah yang lainnya, meski ada sedikit yang menyisa. Ikhwati, saat ini, aku tengah duduk dipojok surau, menunggu Shubuh disebuah pesantren dimana didalamnya banyak hamba-hamba Allah yang tengah sibuk mentadaburi dan menghafal ayat-ayat cintanya. Ya, semoga ikhtiarku tak berbalas sia, dan harapan tak berbalas kehampaan. Ini hanyalah sebuah usaha untuk mengganti harapan yang begitu tinggi membersamai kalian, suatu hari nanti, semoga kita dipertemukan Allah dalam keadaan jatuh cinta dan tertatih-tatih mencintai Allah, agar kuat buhul-buhul kerinduan untuk bertemu, agar kokoh kasih yang telah diikatkan Allah, sehingga hanya Allah saja penghujungnya.
Dibiaskan kepada para ikhwah yang tengah menikmati sepertiga malam
di Garut penuh makna mahabbatullah,
dari yang sangat merindukan antum,
Syifa Zein Azzahra
31/12/2012
Undefined
6:23 am
Ranah Cinta
Aku, adalah aku, pribadi biasa dengan banyak kekurangan di jiwa.
Jadi jangan padankan, jangan padankan pada jiwa indah dan paripurna lainnya dalam hal kesebandingan amalan shalih, keunggulan diri, dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Kecuali bila aku, bila aku yang meneraca diri dengannya. Tanpa ditafakuri, sekilasan saja sudah mampu aku menilai bahwa aku tak sekalibernya dalam segala sisi.
Saat ini, biar aku menafakuri kekurangan diri. Tak ada amalan yang pantas dijadikan unggulan. Namun hal ini tak mungkin aku beritakan. Biar angin, awan, dan guguran daun yang sama-sama diberikan ijin oleh Allah untuk membersamai pagiku, ketika rasa khawatir dan sedih itu menyelimuti rasa, mengganti semilir sejuknya angin pagi dengannya.
Tak ada yang meminta'mu' hadir, kau hanya tiba-tiba Allah ijinkan menyisip dalam qalbu. Kali pertama, dan sangat membingungkan dan memeluh keringat. Tidak ingin menapak lagi lebih jauh, jika saat ini 'kau' telah membuatku berjalan dan berfikir terengah-engah.
Tak ada yang meminta'mu' tinggal, aku hanya ingin diam, menafakuri rasa. Mungkin bukan cemburu tepatnya untukku, karena aku bukanlah pribadi sekaliber Aisyah yang mencemburui Khadijah atas cinta Rasulullah yang masih tersisip baik untuknya. Ya, bukan Aisyah yang pantas menunjukkan sikap seperti itu karena amalan dan kharisma imannya yang mempesona, sehingga wajar bila cemburu itu menghiasi hatinya menjadi pribadi yang semakin indah.
Agar tidak tersalah, maka kupinta agar diri tetap diam, belum ingin melangkah....
Yang dha'if lagi salah;
Bukan Syifa Zein Azzahra melainkan
Nuraeni el-Mursalin
03/12/2012
Tanpa Kata
5:49 am
Ranah Cinta, Ranah Renungan
Saya belum pernah tahu bagaimana Allah menyusupkan kepada mereka yang
memiliki hati-hati yang bijak memandang kehidupan, syukur yang ziyadah
mendapati deru ujian, bahkan tangisan bahagia dari lintasan
harapan-harapan yang satu persatu terwujud. Entah mungkin karena
bashirah mereka adalah bashirah-bashirah Allah, atau mungkin karena
jalan yang mereka tempuh sudah sampai pada puncak keikhlasan dengan
mujahadah yang sinarnya mencapai harapan, tinggi menjulang puncak
mahabbatullah.
Ya, saya belum pernah tahu bagaimana cara Allah
melakukannya. Tapi yang saya pastikan tahu, bahwa saya bersama dengan
orang-orang luar biasa, mereka yang lewat tulisan-tulisannya
merepresentasikan syukur dan mereplasikan peluh keringat dengan ikhtiar
kesungguhan diri, mereka yang dengan kata-katanya, manusia memandang
akhlak dan budinya bagai sebaik-baik penghambaan pada Rabb-Nya.
Asykuruka ya Rabb, Engkau kenalkan hamba pada seorang yang Kau karuniai ilmu dan ketawadhu'an berfikir dan bersikap.
::: Catatan atas janji tanggapan tulisan yang sempat tertunda :::
Untuk orang-orang yang Allah karuniai kecerdasan
hati, aqal, dan jiwa dalam meminang kehidupan
26/11/2012
Tentang Amanah
6:23 am
Ranah Cinta, Ranah Ilmu, Ranah Renungan
Ia menepi untuk mendapatkan helaan
Jika jalan sehala tak mampu mematri diri
Maka biarkan mulut terkatup dan hati bersinaran
Waktu masih membilang zuhur saat seorang akhwat yang sering saya jumpai sekilas di berbagai kesempatan datang dan mengetuk pintu sekretariat Tutorial. Saat itu saya jumpai ia sedikit dalam kebingungan dan meminta bantuan, menanyakan apakah ada seseorang yang menemukan cincin yang ia lupa tanpa sengaja meninggalkannya di tempat wudhu akhwat. Kami bertiga yang menerima berita tidak mendapati apapun, terlebih-lebih saya yang baru tiba dari suatu tempat. Ketika itu kami sarankan agar beliau menanyakan hal tersebut pada para khadimat masjid. Namun saya melihat ada rona kekhawatiran dalam semburat wajahnya, mungkin ada rasa ragu mungkin juga karena sebenarnya ia tidak tahu dimana letak ruang khusus yang kami maksudkan. Akhirnya saya putuskan untuk membersamainya menemui orang-orang yang dimaksud. Hanya sedikit ingin membantu mengusir rasa gusar dihatinya. Sebenarnya ini kali kedua saya mendapati seorang akhwat yang kehilangan cincinnya, karena saya jua seorang perempuan, akan menjadi sangat menyenangkan bila saya bisa ada disisi mereka dan membantu meringankan sedikit beban dihatinya, meski kita sebenarnya tak saling mengenal, tapi yang pasti kami mengenal ukhuwah.
23/11/2012
Hakikat Cinta
9:34 am
Ranah Cinta, Ranah Renungan
"Karena pada hakikatnya, cinta bukanlah
menjerat pada kemaksiatan dan kelaliman, cinta men-tarbiyah diri dari
kesenangan merobek iman pada ketentraman mendobrak kejahilan."
-Syifa Zein Az-Zahra-
-Syifa Zein Az-Zahra-
06/11/2012
Ibrah dari Kisah Hidup Manusia (Part I)
5:39 am
Ranah Cinta, Ranah Ilmu, Ranah Renungan, Ranah Sahabat
Ini bukan kali pertama saya membuka lembaran halaman website seorang sahabat yang saat ini sudah memperoleh gelar Jayyid Jiddan untuk Strata 1-nya. Terlalu banyak kisah yang tak terpelak lidah ketika membaca kisah-kisah hidupnya di negeri para Anbiya.
Salah satunya, selalu tentang bagaimana kelezatan dirinya dan sahabatnya dalam mengkhatamkan hafalan Qur'annya sebagai syarat untuk kelulusan S1 di Al-Azhar Kairo. Hal ini tentu menjadi pemicu dan pemacu semangat tersendiri untuk saya. Tiap kali saya mengunjungi blognya, selalu ada rasa semangat menggelora yang tertinggal dalam jiwa untuk terus melanjutkan dan mengkhatamkan hafalan ayat-ayat Allah. Walau tak bisa saya ingkari, kadang ada perasaan ingin berhenti barang sejenak...saja untuk tidak menghafal ayat-ayat cinta-Nya yang mulia, tapi niat itu selalu digagalkan oleh kasih sayang Allah. Semangatnya yang menggelora, jihadnya untuk mendapatkan cinta Allah yang tak pernah pupus hingga saat ini saya mengenalnya, juga pada bagaimana wara'nya beliau dalam hidup, sungguh saaangat berhati-hati. Semua hal tersebut menjadikan saya begitu malu, malu pada Allah, malu karena saya masih belum bisa menggapai hidayah seperti yang diperuntukkan baginya.
03/11/2012
Pursuit of Happiness
3:35 pm
Ranah Cinta, Ranah Renungan
Aku mengulang tabuh untuk yang kesekian kalinya. Jika untaian waktu lalu hatiku diliputi awan mendung tak berhujan, pagi ini ia berbeda, ada banyak cinta yang Allah beri lewat pagi yang menuntun matahari menjadi terik.
Pursuit of happiness,
Untaian prase yang sedang kugemakan sebelum langkah menjadi lebih lesu dan azzam tak lagi berdawai. Memaksakan diri untuk menjadi semangat rupanya sangat perlu daripada membanting diri pada kesedihan berlarut dan hidup bersendirian. Sebab Allah tahu dan bijak, Ia kirimkan malaikat pembawa kabar hingga dihati manusia terasa resah dan gelisah, namun setelahnya ia tawarkan sejumput syifa penyembuh gundah dan penghancur resah.
Setelah sepanjang malam dilalui dengan tangisan dan mimpi sebagai wakilan dari kejadian hari-hari, pagi hari aku jumpai diriku dan ku azzamkan bahwa hidup tak cukup sampai dengan ujian 'seperti ini'. Tahukah, pijakan demi pijakan telah ditapaki, tinggal tangga tangga berikutnya yang masih menunggu untuk dilalui. Dan akhirnya, ku patrikan janji pada Rabb-ku bahwa aku bukanlah wanita tangguh tapi juga bukan wanita lemah, ku katakan pada Tuhanku, 'Ya Allah, engkau tidak pernah mengajarkan lewat kisah-kisah para wanita shalihah kecintaanmu -Bunda Khadijah, Bunda Aisyah, Bunda Hajar, Bunda Fatimah- tentang bagaimana kelemahan dan kemunduran mereka menghadapi masalah, maka tidaklah semestinya aku menjadikan diriku lalai dan berputus asa dari rahmat-Mu.'
Dan akhirnya, setelah renungan itu, kutatap wajah didepan cermin, ada seulas senyuman yang dimulai terpaksa agar diri berpijak dengan kuat. Satu jam kemudian, Allah iringi niat suci untuk bersemangat dan bangkit kembali dengan rasa tenang dan kedamaian dihati. Yup, siap bergerak bahwa hari ini akan banyak agenda mulia menyapa diri.
02/11/2012
Pada Apa yang Tersalah
1:37 pm
Ranah Renungan
Pada Jum'at pagi yang melunturkan semangat, menggantikan senyuman dengan tangisan, menggantikan rencana agenda dengan kebingungan, dan beterbangan mimpi lewat kabar yang tersalamkan.
Tepat pukul 12.50pm tulisan ini saya buat, bergeser 6 jam setelah saya mendapati macam berita yang memberatkan jiwa dan perasaan. Bukan karena pada hal yang mengancam keselamatan dan keburukan terhadap diri sendiri, tapi pada hal dimana seorang sahabat lainnya menjadi tersungkur oleh karena kejahilan saya.
Mencoba bertahan pada pertahanan diri, tapi ternyata saya masih belum mampu dengan teguh mendapati kabar semacam itu. Ada sekian waktu yang saya butuhkan untuk menghibernasi diri, berdiam dan memikirkan sejauh mana kekhilafan itu saya perbuat, sampai pada akhirnya saya mampu memijakkan kaki di bumi dengan kokoh. Namun, pada hal ini, belum saya dapati secara jelas dimana titik-titik kesalahan itu. Apa yang menjadi janggal dan dianggap keliru. Oleh pasti karena dhaif dan bodohnya saya menjaga sikap, pastilah kedhaifan itu menjadikan sahabat saya menjadi begitu tidak tentram batinnya.
29/10/2012
Ummi Tsumma Ummi
5:54 am
Ranah Cinta
Bahibbik ya Ummi.. :*
I Love you....Ummi, from the deepest my heart.
Ummi, biar hanya Allah yang tahu bahwa rasa cinta ini semakin berkembang semakin waktu.
Merangkai kata hingga penuh cinta tanpa penghujung titik yang memisahkan satu cinta dengan cinta yang lainnya, laiknya cintamu dan cintaku hingga saat ini, bahkan hingga waktu yang tak berbilang masa.
Ummi, seperti Rasulullah berucap dalam sabdanya bahwa engkau yang mesti pertama kali kucinta, juga untuk kedua, juga untuk ketiganya, sehingga kepada Abi lah yang kemudian mengiringi cintaku terhadapnya. Ummi, jika dengan kesabaranmu mengiringiku hingga usia kini, maka selalu kuminta pada Allah agar aku senantiasa membersamaimu dalam kesabaran dan keikhlasan menjagamu.
Disisa usiamu dan usiaku, ijinkan aku berbakti padamu. Jika deras air mataku, itu karena besarnya rasa cinta dan rinduku padamu, duhai Ummi.
Bahibbik ya Ummiy, Bahibbik ya Ummiy...WaAllahu Rabbuna.
--> Didedikasikan untuk ummi terkasih,
juga untuk para ummi shalihah diseluruh hamparan bumi Allah
ﺸﻓﺎﺀﺰﻴﻥﺍﻟﺰﻫﺮﺍﺀ
22/10/2012
Ketika si Dia Kembali
11:58 am
Ranah Cinta, Ranah Renungan
![]() |
Sahabat, sepekan sudah cerita tentang Syahla saya yang menghilang berlalu. Kisah tentang cinta yang mulai terasa pahit jika berpisah dari yang dicinta, kisah tentang kasih sayang yang tanpa sadar telah menjelma, juga pada kisah tentang saling memberikan manfaat.
Biidznillah, Syahla saya ternyata ditemukan oleh seorang sahabat saya yang baik hati. Rupanya, ketika dalam sendu dan sedih mengenang kehilangannya, Syahla pun merasakan hal yang sama. Hmm..layaknya orang yang telah lama dipisahkan (karena kelalaian ana pribadi), akhirnya Syahla diantarkan pulang oleh sahabat saya.
Ada banyak ibrah yang bisa saya ambil lewat ditemukannya Syahla. First, saya baiknya menjadi pribadi yang lebiiih hati-hati ketika diamanahi sesuatu. Second, ketika kehilangan baiknya bukan perasaan 'andilau' yang membuat hati kelabu. Third, dalam masa pencarian baiknya saya benar-benar mencarinya dengan seksama. Menyempurnakan ikhtiar adalah kewajiban, sedangkan hasil itu depends on Allah. Fourth, saya harus menjaga Syahla deeengan baik, sebab Allah telah beri kesempatan kedua untuk bersamanya.
Grow Up with Al-Qur'an
6:16 am
Ranah Ilmu, Ranah Life Story, Ranah Renungan
"Assalamu'alaikum, ammah sehat? sedang apa sekarang? Hayu siap, insyaAllah ketika amah pulang, hafalan saya sudah mencapai target."
Begitulah kira-kira balasan pesan yang sampai kemarin sore dari seorang keponakanku yang shalihah. Dua hari lalu ketika pagi-pagi buta dan embun pun belum semua bermunculan pada stomata-stomata daun, saya me-messagenya untuk mengecek sejauh mana hafalannya. Saat itu memang belum ada balasan. Sehingga akhirnya saya me-message untuk yang kedua kali untuk menawarkan target hafalan sekian juz hingga akhir November. Menunggu hingga siang hari juga masih belum juga ada balasan, hingga pada sore hari akhirnya saya dapatkan jawaban diatas. Riang bukan kepalang mendapatkan jawabannya, walau ada sedikit rasa 'tanya' kenapa baru dibalas beberapa belas jam kemudian.Rupanya dia baru saja pulang dari sekolah.
20/10/2012
Padamu
6:53 am
Ranah Cinta
Ummi,
Dalam nanungan langit yang dingin lewat embun pagi yang menyapa
Rindu itu telah lama hadir menelusup kedalam sang jiwa
Dalam masa pertiga malam
Kurindu engkau yang senantiasa menemaniku
Membelai disaat resah dan gelisah
Menenangkan disaat aku tak lagi terarah
Ummi,
Dalam hawa dingin yang menusuk
Air mata deras mengiringi
Jika jumpa tak kuasa
Maka kurindu mimpi mampu mewakili
Ummi,
Aku rindu
Aku rindu..
Aku rindu..
Dan dingin pun bersaksi tentang airmata kerinduan
Abi,
Bukan sebab aku tak cinta padamu
Sehingga tak sering aku sebutkan tentang dirimu
Bukan karena aku tak takzim
Sehingga malam-malam istimewa menjadikan kita tak sua
Namun, belahan jiwamu telah menawanku untuk menjadi sangat mencintainya.
Kuharap Jannah-Nya menghimpun kita bersama dalam kerinduan yang tak terdilatasi ruang dan waktu
Dalam nanungan langit yang dingin lewat embun pagi yang menyapa
Rindu itu telah lama hadir menelusup kedalam sang jiwa
Dalam masa pertiga malam
Kurindu engkau yang senantiasa menemaniku
Membelai disaat resah dan gelisah
Menenangkan disaat aku tak lagi terarah
Ummi,
Dalam hawa dingin yang menusuk
Air mata deras mengiringi
Jika jumpa tak kuasa
Maka kurindu mimpi mampu mewakili
Ummi,
Aku rindu
Aku rindu..
Aku rindu..
Dan dingin pun bersaksi tentang airmata kerinduan
Abi,
Bukan sebab aku tak cinta padamu
Sehingga tak sering aku sebutkan tentang dirimu
Bukan karena aku tak takzim
Sehingga malam-malam istimewa menjadikan kita tak sua
Namun, belahan jiwamu telah menawanku untuk menjadi sangat mencintainya.
Kuharap Jannah-Nya menghimpun kita bersama dalam kerinduan yang tak terdilatasi ruang dan waktu
07.00am
Saat rindu menusuk-nusuk pilu sang jiwa
17/10/2012
Non-Verbal Communication: Speaking without Words
9:17 pm
My Course Archives, Ranah Ilmu
The people do communication use some
ways to deliver their message, desires and needs. As already mentioned before,
communication is the process of social interaction that interrelated aspects
social life throughout two ways, verbal communication and non verbal
communication. Verbal communication, is one of the way people speak to others
by using words (tend to be orally), while non-verbal communication is the way people
communicate with others without using words. It means the words can be replaced
by other way, just like gestures, eye contact, facial expressiveness, or others.
It is about the way of delivering desire and needs to others. In this occasion,
the topic will be concerned in non verbal communication. Gudykunst mentions
that humans communicate interpersonal closeness through a non-verbal as a series
of action that called immediacy behaviour (2003, p.74). While, he also quoted
that nonverbal involves intimacy and expressiveness, (Burgoon and LePoire,
1999; Floyd and Burgoon, 1999; Patterson, 1983). This topic will focus on the
features in the people communicate non-verbally and will cover several aspects that
related with it.
16/10/2012
Arti Sebuah Kehilangan
4:48 am
Ranah Life Story, Ranah Renungan, Renungan Diri
Sahabat, saya hanya sedikit ingin bercerita tentang apa yang dikatakan orang dengan dekat, tentang apa yang dikategorikan dengan cinta dan kasih sayang, jua dengan apa yang dianggap orang sebagai sahabat.
Sebenarnya ini bukanlah waktunya untuk menulis catatan di waktu sepertiga malam yang seharusnya lebih layak diaprosiasi untuk melakukan ibadah mahdah. Tapi, saya rasa hati saya masih jua belum tenang mengingat fakta kejadian yang saya telah lalui satu hari terakhir. Sedangkan satu hari ini saya akan memiliki jadwal padat dari pukul 07.00-17.00 dengan break hanya untuk shalat saja, jadi saya rasa tidak ada salahnya menumpahkan sedikit sisa-sisa kegundahan pada tulisan ini agar tidak menjadi bekas fikiran dalam rentang kerja hari ini.
10/10/2012
Verbal Communication: The Way People Speak
8:48 pm
Cakrawala Ilmu, My Course Archives, Ranah Ilmu
The people usually
seem to use some ways in do the communication. The communication itself according
to Gudykunst and Bella is one of processes of social interaction that
encompasses two interrelated aspects social life; the distinctive ways of
communication and communication in representing its cultural, communal and
function (2002, p.51). The aspect of presenting cultural, the people will be
examine their culture by their communication way. And one of way communication
is verbal communication. From the enlightenment above, here will be discussed
the verbal communication as one of way the people speak in their community.
This topic will include the points or features that support and correlated with
verbal communication.
Subscribe to:
Posts (Atom)







.jpg)















