::> Mengkritik tidak berarti membenci, menyokong tidak semestinya sefikrah, berbeda pendapat adalah sebaik-baik teman berfikir <::

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Ranah Renungan. Show all posts
Showing posts with label Ranah Renungan. Show all posts

12/05/2013

Dari Asa ke Asa

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dalam denting pagi yang sejuk, gemercik embunnya masih semilir bumi.
Rasanya sudah berabad lama saya terkurung dalam sangkar berukuran 2x3.5 m ini, tapi tentu tidak, pastinya hanya beberapa hari ketika Allah uji saya dengan Faringitis yang manja. 
Masih terasa sakitnya, ketika malam lalu Allah uji saya dengan keluluhan tulang disekujur tubuh, kepala pening, nafas yang tersendat, serta suara yang hilang tak bersisa sama sekali.

Tepat pada pukul 2 malam, ketika sulit menghubungi dan memanggil siapapun, Allah mau agar saya tetap dalam ketawakalan bersama-Nya. Allah mau agar saya mampu menjadi wanita yang kuat meski tanpa sahabat, meski tanpa kasih sayang ummi yang senantiasa didekat. Allah mau agar hanya pada-Nya saya mengiba pertolongan, dan tepat pada hari ke-5, ibrah itu nampak muncul jelas, bahwa Ia tidak pernah luput pertolongan-Nya bagi hamba-Nya, tak pelik mereka ta'at atau ingkar, oleh sebab saya pun bukanlah hamba-Nya yang bersih lagi taat, namun Rahman dan Rahim-Nya memberkahi setiap helaian nafas, buaian waktu, dan irisan masa.
Allah...

03/12/2012

Tanpa Kata

Saya belum pernah tahu bagaimana Allah menyusupkan kepada mereka yang memiliki hati-hati yang bijak memandang kehidupan, syukur yang ziyadah mendapati deru ujian, bahkan tangisan bahagia dari lintasan harapan-harapan yang satu persatu terwujud. Entah mungkin karena bashirah mereka adalah bashirah-bashirah Allah, atau mungkin karena jalan yang mereka tempuh sudah sampai pada puncak keikhlasan dengan mujahadah yang sinarnya mencapai harapan, tinggi menjulang puncak mahabbatullah.
 
Ya, saya belum pernah tahu bagaimana cara Allah melakukannya. Tapi yang saya pastikan tahu, bahwa saya bersama dengan orang-orang luar biasa, mereka yang lewat tulisan-tulisannya merepresentasikan syukur dan mereplasikan peluh keringat dengan ikhtiar kesungguhan diri, mereka yang dengan kata-katanya, manusia memandang akhlak dan budinya bagai sebaik-baik penghambaan pada Rabb-Nya.

Asykuruka ya Rabb, Engkau kenalkan hamba pada seorang yang Kau karuniai ilmu dan ketawadhu'an berfikir dan bersikap.

::: Catatan atas janji tanggapan tulisan yang sempat tertunda :::

Untuk orang-orang yang Allah karuniai kecerdasan
hati, aqal, dan jiwa dalam meminang kehidupan

26/11/2012

Tentang Amanah


 ..................................
Bagai perisai-perisai janji,
Ia menepi untuk mendapatkan helaan
Jika jalan sehala tak mampu mematri diri
Maka biarkan mulut terkatup dan hati bersinaran


Waktu masih membilang zuhur saat seorang akhwat yang sering saya jumpai sekilas di berbagai kesempatan datang dan mengetuk pintu sekretariat Tutorial. Saat itu saya jumpai ia sedikit dalam kebingungan dan meminta bantuan, menanyakan apakah ada seseorang yang menemukan cincin yang ia lupa tanpa sengaja meninggalkannya di tempat wudhu akhwat. Kami bertiga yang menerima berita tidak mendapati apapun, terlebih-lebih saya yang baru tiba dari suatu tempat. Ketika itu kami sarankan agar beliau menanyakan hal tersebut pada para khadimat masjid. Namun saya melihat ada rona kekhawatiran dalam semburat wajahnya, mungkin ada rasa ragu mungkin juga karena sebenarnya ia tidak tahu dimana letak ruang khusus yang kami maksudkan. Akhirnya saya putuskan untuk membersamainya menemui orang-orang yang dimaksud. Hanya sedikit ingin membantu mengusir rasa gusar dihatinya. Sebenarnya ini kali kedua saya mendapati seorang akhwat yang kehilangan cincinnya, karena saya jua seorang perempuan, akan menjadi sangat menyenangkan bila saya bisa ada disisi mereka dan membantu meringankan sedikit beban dihatinya, meski kita sebenarnya tak saling mengenal, tapi yang pasti kami mengenal ukhuwah.

23/11/2012

Hakikat Cinta

"Karena pada hakikatnya, cinta bukanlah menjerat pada kemaksiatan dan kelaliman, cinta men-tarbiyah diri dari kesenangan merobek iman pada ketentraman mendobrak kejahilan."

-Syifa Zein Az-Zahra-

 

06/11/2012

Ibrah dari Kisah Hidup Manusia (Part I)

Ini bukan kali pertama saya membuka lembaran halaman website seorang sahabat yang saat ini sudah memperoleh gelar Jayyid Jiddan untuk Strata 1-nya. Terlalu banyak kisah yang tak terpelak lidah ketika membaca kisah-kisah hidupnya di negeri para Anbiya.

Salah satunya, selalu tentang bagaimana kelezatan dirinya dan sahabatnya dalam mengkhatamkan hafalan Qur'annya sebagai syarat untuk kelulusan S1 di Al-Azhar Kairo. Hal ini tentu menjadi pemicu dan pemacu semangat tersendiri untuk saya. Tiap kali saya mengunjungi blognya, selalu ada rasa semangat menggelora yang tertinggal dalam jiwa untuk terus melanjutkan dan mengkhatamkan hafalan ayat-ayat Allah. Walau tak bisa saya ingkari, kadang ada perasaan ingin berhenti barang sejenak...saja untuk tidak menghafal ayat-ayat cinta-Nya yang mulia, tapi niat itu selalu digagalkan oleh kasih sayang Allah. Semangatnya yang menggelora, jihadnya untuk mendapatkan cinta Allah yang tak pernah pupus hingga saat ini saya mengenalnya, juga pada bagaimana wara'nya beliau dalam hidup, sungguh saaangat berhati-hati. Semua hal tersebut menjadikan saya begitu malu, malu pada Allah, malu karena saya masih belum bisa menggapai hidayah seperti yang diperuntukkan baginya.

03/11/2012

Pursuit of Happiness

Aku mengulang tabuh untuk yang kesekian kalinya. Jika untaian waktu lalu hatiku diliputi awan mendung tak berhujan, pagi ini ia berbeda, ada banyak cinta yang Allah beri lewat pagi yang menuntun matahari menjadi terik.

Pursuit of happiness,
Untaian prase yang sedang kugemakan sebelum langkah menjadi lebih lesu dan azzam tak lagi berdawai. Memaksakan diri untuk menjadi semangat rupanya sangat perlu daripada membanting diri pada kesedihan berlarut dan hidup bersendirian. Sebab Allah tahu dan bijak, Ia kirimkan malaikat pembawa kabar hingga dihati manusia terasa resah dan gelisah, namun setelahnya ia tawarkan sejumput syifa penyembuh gundah dan penghancur resah.

Setelah sepanjang malam dilalui dengan tangisan dan mimpi sebagai wakilan dari kejadian hari-hari, pagi hari aku jumpai diriku dan ku azzamkan bahwa hidup tak cukup sampai dengan ujian 'seperti ini'. Tahukah, pijakan demi pijakan telah ditapaki, tinggal tangga tangga berikutnya yang masih menunggu untuk dilalui. Dan akhirnya, ku patrikan janji pada Rabb-ku bahwa aku bukanlah wanita tangguh tapi juga bukan wanita lemah, ku katakan pada Tuhanku, 'Ya Allah, engkau tidak pernah mengajarkan lewat kisah-kisah para wanita shalihah kecintaanmu -Bunda Khadijah, Bunda Aisyah, Bunda Hajar, Bunda Fatimah- tentang bagaimana kelemahan dan kemunduran mereka menghadapi masalah, maka tidaklah semestinya aku menjadikan diriku lalai dan berputus asa dari rahmat-Mu.'

Dan akhirnya, setelah renungan itu, kutatap wajah didepan cermin, ada seulas senyuman yang dimulai terpaksa agar diri berpijak dengan kuat. Satu jam kemudian, Allah iringi niat suci untuk bersemangat dan bangkit kembali dengan rasa tenang dan kedamaian dihati. Yup, siap bergerak bahwa hari ini akan banyak agenda mulia menyapa diri.

02/11/2012

Pada Apa yang Tersalah

Pada Jum'at pagi yang melunturkan semangat, menggantikan senyuman dengan tangisan, menggantikan rencana agenda dengan kebingungan, dan beterbangan mimpi lewat kabar yang tersalamkan.

Tepat pukul 12.50pm tulisan ini saya buat, bergeser 6 jam setelah saya mendapati macam berita yang memberatkan jiwa dan perasaan. Bukan karena pada hal yang mengancam keselamatan dan keburukan terhadap diri sendiri, tapi pada hal dimana seorang sahabat lainnya menjadi tersungkur oleh karena kejahilan saya.

Mencoba bertahan pada pertahanan diri, tapi ternyata saya masih belum mampu dengan teguh mendapati kabar semacam itu. Ada sekian waktu yang saya butuhkan untuk menghibernasi diri, berdiam dan memikirkan sejauh mana kekhilafan itu saya perbuat, sampai pada akhirnya saya mampu memijakkan kaki di bumi dengan kokoh. Namun, pada hal ini, belum saya dapati secara jelas dimana titik-titik kesalahan itu. Apa yang menjadi janggal dan dianggap keliru. Oleh pasti karena dhaif dan bodohnya saya menjaga sikap, pastilah kedhaifan itu menjadikan sahabat saya menjadi begitu tidak tentram batinnya.

22/10/2012

Ketika si Dia Kembali


Sahabat, sepekan sudah cerita tentang Syahla saya yang menghilang berlalu. Kisah tentang cinta yang mulai terasa pahit jika berpisah dari yang dicinta, kisah tentang kasih sayang yang tanpa sadar telah menjelma, juga pada kisah tentang saling memberikan manfaat.

Biidznillah, Syahla saya ternyata ditemukan oleh seorang sahabat saya yang baik hati. Rupanya, ketika dalam sendu dan sedih mengenang kehilangannya, Syahla pun merasakan hal yang sama. Hmm..layaknya orang yang telah lama dipisahkan (karena kelalaian ana pribadi), akhirnya Syahla diantarkan pulang oleh sahabat saya.

Ada banyak ibrah yang bisa saya ambil lewat ditemukannya Syahla. First, saya baiknya menjadi pribadi yang lebiiih hati-hati ketika diamanahi sesuatu. Second, ketika kehilangan baiknya bukan perasaan 'andilau' yang membuat hati kelabu. Third, dalam masa pencarian baiknya saya benar-benar mencarinya dengan seksama. Menyempurnakan ikhtiar adalah kewajiban, sedangkan hasil itu depends on Allah. Fourth, saya harus menjaga Syahla deeengan baik, sebab Allah telah beri kesempatan kedua untuk bersamanya.

Grow Up with Al-Qur'an

"Assalamu'alaikum, ammah sehat? sedang apa sekarang? Hayu siap, insyaAllah ketika amah pulang, hafalan saya sudah mencapai target."

Begitulah kira-kira balasan pesan yang sampai kemarin sore dari seorang keponakanku yang shalihah. Dua hari lalu ketika pagi-pagi buta dan embun pun belum semua bermunculan pada stomata-stomata daun, saya me-messagenya untuk mengecek sejauh mana hafalannya. Saat itu memang belum ada balasan. Sehingga akhirnya saya me-message untuk yang kedua kali untuk menawarkan target hafalan sekian juz hingga akhir November. Menunggu hingga siang hari juga masih belum juga ada balasan, hingga pada sore hari akhirnya saya dapatkan jawaban diatas. Riang bukan kepalang mendapatkan jawabannya, walau ada sedikit rasa 'tanya' kenapa baru dibalas beberapa belas jam kemudian.Rupanya dia baru saja pulang dari sekolah.

16/10/2012

Arti Sebuah Kehilangan

Sahabat, saya hanya sedikit ingin bercerita tentang apa yang dikatakan orang dengan dekat, tentang apa yang dikategorikan dengan cinta dan kasih sayang, jua dengan apa yang dianggap orang sebagai sahabat.

Sebenarnya ini bukanlah waktunya untuk menulis catatan di waktu sepertiga malam yang seharusnya lebih layak diaprosiasi untuk melakukan ibadah mahdah. Tapi, saya rasa hati saya masih jua belum tenang mengingat fakta kejadian yang saya telah lalui satu hari terakhir. Sedangkan satu hari ini saya akan memiliki jadwal padat dari pukul 07.00-17.00 dengan break hanya untuk shalat saja, jadi saya rasa tidak ada salahnya menumpahkan sedikit sisa-sisa kegundahan pada tulisan ini agar tidak menjadi bekas fikiran dalam rentang kerja hari ini.

24/06/2012

My Way....

Waktu sudah menunjukkan pukul 1.25am ketika satu persatu tugas mata kuliah diselesaikan. Rasa kantuk pun telah hilang, sebab sudah beberapa kali menunda waktu tidur dengan sengaja mengazamkan diri "harus menyelesaikan tugas sebelum deadline tiba". Alhamdulillah...

Sampai paragraf kedua ini ditulis, jarum panjang telah menggeserkan dirinya ke arah angka 10 yang berarti jam 2 akan segera tiba 10 menit lagi. Tidak bermaksud memaksakan diri untuk tidak tidur, namun fikiran saya masih bekerja dan hati masih rasa bertanya-tanya pada banyak hal yang telah saya lampaui setelah 20 tahun lamanya bernafas di dunia. Saya masih terus bertanya apakah saya sudah cukup bermanfaat untuk orang sekitar saya? Selekat apa kedudukan Allah di qalbu saya? Cinta yang mana yang saya kerahkan untuk ummi, abi, dan ikhwah di sekeliling saya? 

Jarum panjang jam di dinding masih terus berdetik ketika seorang Maya Nasri berkebangsaan Timur Tengah menghantarkan lantunan lagunya berjudul Ruh. Cukup menyejukkan jiwa, namun sontak menyindir diri saya ketika dipaksa harus berproyeksi pada laku yang telah di buat. Ketika ruh akan mulai tercabut dan terpisah dari jasadnya, maka tak akan ada lagi yang bisa diperbuat di dunia, kecuali orang-orang disekitar kita menghantarkan kita pada ruang tergelap tertutup tanah, berteman makhluk tanah dan lembabnya hawa disana. Kali ini fikir saya semakin teraduk-aduk, men-stirr rasa malu yang terus berkecamuk.

Teringat laku diri, siang tadi seorang ikhwah berkata lewat pesan singkatnya, "Ukhti, coba deh doing something uncomfortable zone, hehe..."
Perkataan itu masih tersimpan baik bahkan hingga detik ini kata-kata itu masih memenuhi rongga fikir untuk dimuhasabah lebih jauh.

Benar memang perkataannya, jika saya renungkan, selama ini saya memang hidup dalam kemudahan. Allah terlalu baik, dan sayangnya saya masih jua terlena akan kemudahan itu. Mengeja akan rententan kehidupan saya, beliau memang berkata dengan sesungguhnya keadaan. Sejak kecil hingga saat ini, saya selalu hidup dalam keberlimpahan kasih sayang Ummi dan Abi, terlebih-lebih ketika Abi telah berpulang, Ummi semakin memanjakan saya dengan kasih sayang yang tiada tara. Tentu bukan konteks material semata masalahnya, sebab Ummi dan Abi saya adalah orang yang strict terhadap kesahajaan. Hal itu yang terus terbawa hingga saat ini. Ketika memasuki dunia pendidikan, Ummi adalah orang pertama yang memaklumi saya yang bangga dengan ranking ke 10. Beliau pula orang pertama yang memberikan senyuman  atas persepsi polos saya. Dahulu sekali, ketika sistem caturwulan masih berlaku, dan ketika saya mulai mengenal bangku sekolah, saya sangat menginginkan urutan ke 10 ada pada baris peringkat di buku laporan hasil belajar siswa.

Namun, ketika tahu hal yang seharusnya, maka di cawu selanjutnya saya mengejar ketertinggalan dan berusaha menghapus angka 0 disebelah kanan angka 1. Tujuan itu tercapai. Tentu atas ijin Allah. Ummi pernah bilang, saya adalah seorang perempuan tipe "goal oriented". Betul memang, saya tak akan berhenti berusaha sampai keinginan saya tercapai. Disamping itu, ada ummi yang senantiasa membebaskan saya dari pekerjaan rumah dengan tujuan agar saya bisa belajar sepanjang waktu dengan kepuasan hati saya. Tentu ini menjadi kesenangan tertinggi untuk saya, mengurung diri sepanjang waktu didalam kamar. Memang peringkat 1 itu terus berlanjut hingga saya lulus Madrasah Tsanawiyah.

18/02/2012

Hifdzhil Lisan

Bismillahirrahmanirrahim...


"Allahummaghfirlii dzunuubii..."


Seketika malam menjadi begitu sedikit mencekam dan dingin yang semakin menusuk, sebelum menjemput tidur, saya sempatkan untuk menulis bagian kisah hari ini yang semoga bisa diambil sebagai hikmah. Dengan masih ditemani oleh Robbun Siwahnya Dai Nada, lagi-lagi hanya Allah-lah yang dijadikan tumpuan atas segala hal.
Semoga kita senantiasa dalam ingatan kepada banyak nikmat-Nya yang tiada terhingga.


Teringat percakapan dengan seorang sahabat laki-laki dalam sebuah net sosial. Ketika itu dia berkata dengan sebuah statement yang membawa nama seseorang sahabat perempuan kami dan nama seorang laki lain yang diduga sebagai kekasih dari wanita tersebut. Saya fikir itu hanyalah sebuah statement biasa. Saya padankan dengan komentar saya dengan mengatakan, "jangan buka kartu orang lain ah, tak baik tu". Sahabat saya menjawab dengan mengatakan, "lebih baik terang-terangan daripada sembunyi-sembunyi". Lantas saya hanya memberikan sign ':)' sebagai tanda bahwa itu cukup. Dia pun tidak memberikan komentar lagi.

Rupanya, satu jam kemudian...

Saya melihat postingan "lebih baik terang-terangan daripada sembunyi-sembunyi" dari sahabat saya telah dihapus dan justru yang ada adalah sebuah permintaan maaf untuk sang sahabat perempuan kami. Saya pun  kaget luar biasa dengan kekhawatiran yang mendera, tak fikir panjang bahwa saya pun harus meminta maaf padanya.

Apa pasal?


Ternyata sebelumnya, seorang sahabat perempuan kami (yang menjadi objek perbincangan) telah memberikan statementnya dengan bercampur nada emosi. Kurang lebih saya tuliskan seperti ini, "Tolong jangan berikan komen yang menggunjing ya, pantas saja telinga menjadi panas". 

08/02/2012

Kunjungan Habibie ke Garuda


by Nur Hayati Bening on Thursday, February 2, 2012 at 10:44am
Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua. 
Source : http://brosurkilat.com

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo



Source : Kaskus

03/02/2012

So Many Kind People around Me

Oh Allah, thank you for Your Blessing the day.
One day, I heard the one say: "The one's wrongness from thing may be conducted from their unknowing about the problem and no one besides them to remind them."

He remind me about something, my self in felt behind from others. Yes, one side  I think I was in prior in thing. Yet, in other side, I think I very very felt behind from others. It is complicated for me.
I was not blame one in this case, but now I aware fully that all decisions to success is in my hand.

So many kind people here, where I live. I will not ask why I felt behind? I do not want to say that I failed. I just wake up from the silence and correct my fault in the past to be better and be the best in the future. Yes, I could not blame anyone here except me. Because, so many people that motivate me to be success, directly or not.

It is my decision to wake up or stay. It is my verdict to do something useful. It is my time to speak.

May be it is about little thing for someone, but it is a big decision for my successful.

Now, I want everyone know that I am here, I am Exist, and I can compete with you.
I prove it!

20/09/2011

Life is Choice?!



"Terserah mau pilih yang mana!"

Satu ungkapan yang tidak jarang kita dengar bila seseorang dihadapkan oleh banyak pilihan dan sulit menautkan keinginan.
What're the matters? Banyak sebabnya, terkadang jenis pilihannya terlampau banyak, semua pilihan terkategori baik, 'sang pemilih' tidak mumpuni untuk memilih, atau mungkin kondisi dan kesempatan tidak mendukung untuk menjatuhkan pilihan pada satu hal (objek) yang dikira baik.
Wuih...pusing...*&^%

Eits,,, jangan lupa tentang teori sebab-akibat.
"Ada asap, ada api." (bener kan?!) yang gak bener, "ada asap, gak ada api, tapi ada Jin" (Film kalee..!)
Ketika 'sang pemilih' menjatuhkan pilihan, maka seharusnya dia sadar akan isti'ab (apa ya padanan katanya?! -kapasitas-), ruang gerak yang tidak selalu luwes, dan tentu efek dari memilih X, Y, atau Z.

Kalau variabelnya sebanyak alfabet dari A-Z, tentu efeknya juga banyak. Pilih A akan mengimbaskan apa, pilih Z akan menghasilkan apa. Kadang 'sang pemilih' lupa dimana dan dalam rangka (apa & bagaimana) ia memilih, sehingga intuisi menjadi terkemuka dan mengalahkan logika nyata. Jadilah substansi dan tujuan menjatuhkan pilihan menjadi melenceng.

"Terserah gue dong, lha wong gue yang dikasih pilihan!" begitu kata orang yang lalai dan terlupa.

Ketika faktor X dan Y lupa dipertimbangkan, tidak jarang 'sang pemilih' menjatuhkan pilihan pada apa yang terpaut pada hatinya tanpa mengkonsiderasi nilai-nilai lainnya. Misal, seberapa penting ketika 'sang pemilih' memilih X untuk dirinya, while in other side, orang lain juga butuh, lebih butuh malah. Nah lho, itu satu faktor. mungkin saja ada faktor-faktor lain yang bermunculan, seperti halnya efek ketika 'sang pemilih' menjatuhkan pilihan pada X dapat memberikan mudharat bagi si fulan atau fulanah. Heuhh...pusing kan?! (sama saya juga..!)

So, how?