::> Mengkritik tidak berarti membenci, menyokong tidak semestinya sefikrah, berbeda pendapat adalah sebaik-baik teman berfikir <::

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

16/03/2012

Abi, Ummi, Tarbiyah Kami dengan Cinta

Bismillahirrahmanirrahim...

"Memang begitu jalannya, ada resah dan gelisah ketika hati terpaut pada yang bukan ahlinya."

Jika diresapi, kalimat ini akan sampai ke relung hati bahwa mengagumi dan mencintai sesuatu dengan berlebih akan menghasilkan kekecewaan di kemudian hari. Apalagi bila orientasnya bukan karena Allah, siapa nak sangka bahwa kebaikan akan datang di masa selanjutnya. Lebih-lebih, bila apa yang diperturutkan adalah nafsu yang menjelma semakin menjadi. Pada Ummi, Abi, Akhi wa Ukhti , bahkan pada sahabat yang senantiasa disisi, tentu tak layak bila cinta terpompa penuh dalam hati. Batasannya tentu adalah kewajaran dalam bersikap dan jernih dalam bertindak. Namun tentu sering kita lena, batas manakah itu? Tentu batasannya adalah cinta kita pada mereka karena landasan cinta pada sang empunya cinta, Allah Rabbul Izzati.

Tahulah, bila segala sesuatu yang berlebihan pun tak baik dalam syari'at. Bahkan pada hal yang dipandang baik sekalipun. Cinta pada ummi dan abi adalah sesuatu yang mesti ada dari sang walad, cinta pada ikhwah pun sama. Pun Cinta sang orangtua pada anak-anaknya, terlihat pasti tapi belumlah tentu. Lagi-lagi kita sering alfa bahwa mereka pun hanyalah manusia berbatas. Bila tak kenal betul dalam memilih cinta dan memberikan kadarnya, menjadi miss-orientation dalam hidup di dunia adalah keniscayaan. Jadi, hendak bagaimana mengatur kadarnya?

13/03/2012

Lingkaran Cahaya *haLaqah*

Bismillah...

"Tiit..tiit..tit..tit"
Sore itu ringtone SMS Hp saya memecah keheningan, dengan segera saya melepaskan buku yang sedang dibaca untuk segera membuka pesan dalam sms. Rupanya salah seorang adik tingkat saya (pada sebuah kelompok mentoring) mengirimkan sebuah pesan bernada pertanyaan apakah saya telah memeriksa email yang berisikan foto-foto yang dikirmkannya pada saya satu hari sebelumnya. Hmm...saya bergegas untuk membuka e-mail dan mengeceknya. 
And OK, I got it. ^_*

Ketika itu saya tersenyum sendiri bila mengingat bagaimana pertemuan saya dengan adik-adik saya pada sebuah mentoring kampus. Dari sanalah kisah ukhuwah kami bermula dan terjalin dengan indah hingga saat ini.

Pada satu masa, saya diamanahi untuk memenej mentoring pada sekumpulan mahasiswa Pendidikan Agama Islam UPI. Fikir saya, ini akan menjadi amanah yang sangat berat. Tentu masalahnya bukan pada materi yang harus saya berikan pada  mereka dalam kelompok mentoring tersebut. Sebab, siapapun orangnya -siapapun murabbinya- pastilah mampu kalau hanya memberikan materi. Masalahnya, bagaimana bila ilmu tersebut hanya cukup tersampaikan tanpa memberikan efek positif? Wah, dengan mengharap bimbingan Allah, saya mantapkan keyakinan dan membulatkan tekad untuk memperbaiki kondisi ruhiyah yang kadang waktu bisa saja gonjang-ganjing. Bismillah, saya terima amanah tersebut. 

(salah satu pertemuan mentoring)

Sebenarnya ini bukanlah pengalaman kali pertama saya untuk mengelola mentoring akhwat di kampus. Sebelumnya memang pernah diamanahi, tapi karena satu dan lain hal, kesempatan itu tak terlaksana dengan baik. Sebenarnya sih ada faktor ketidak siapan yang mendominasi. Hehe.. maklumlah, waktu itu saya mengira belumlah cukup ilmu saya untuk di-share mengingat lama hidup saya yang baru menginjak semester ke-3 di kampus ini. Namun untuk kesempatan kedua ini, sejujurnya saya hanya bermodalkan niat ihsan dan ikhlas serta keyakinan bahwa saya ingin melakukan yang terbaik untuk berdakwah lillah melalui kelompok mentoring kali ini. 

Kesempatan ini saya gunakan untuk sebaik-baiknya membaca buku-buku suplemen mentoring. Setidaknya penguatan mental untuk menjadi calon murrabi iu sangat perlu. Alhamdulillah, di Indonesia ini banyak bertaburan buku-buku suplemen mentoring, macam suplemen kesehatan, penguatan ruhiyah itu lebih prioritas pastinya. Akhirnya, buku-buku semisal Tegar di Jalan Dakwah dan Menyongsong Mihwar Daulah karya Ustadz Cahyadi Takariawan, Jalan Cinta Para Pejuang dan Dalam Dekapan Ukhuwahnya Ustadz Salim A.Fillah, Menghidupkan Suasana Tarbawi di Mihwar Muasasinya Ustadz Hadi Munawar menjadi lebih sering menemani saya sebulan menjelang mentoring berlangsung. Tapi yang paling sering menjadi buku saku adalah sebuah buku berjudul "Menjadi Murabbi itu Mudah". Hehe.. macam menguatkan keyakinan gitu bahwa I can do the best for dakwah ilallah. Pokoknya i'tikad saya kali ini, saya tidak hanya ingin menyampaikan ilmu, tapi juga sampai pada pembinaan ukhuwah dengan berlandaskan kecintaan pada Allah. Semoga Allah memudahkan.


~Taking pictures saat mentoring wada ^_~
(from L-R, Up: Yunita, Erni, Aini, Nurrahmi, Humaira Kartika, NurLatifah
Bottom: Rosita, Widya, Maurita, Fitri, Hana)


Next story, jadilah kami berkumpul dalam satu lingkaran, -kalau murrabbiyah saya sih suka menyebutnya sebagai lingkaran cahaya, hehe ^_~

Sekian pekan kami jumpa, rupanya Allah kabulkan doa saya, mungkin lebih tepatnya kami. Lebih dari apa yang saya inginkan, Allah memberikan cinta yang tumbuh dari kian waktu pertemuan yang kami buat. Rupanya, pertemuan kami tak terhenti sampai disana. Mereka (mutarabbi saya) memutuskan untuk melanjutkan proses mentoringnya pada jenjang yang lebih khusus dengan waktu yang kami sepakati. Ya Allah, bukan main riang hati ini ketika mengetahui kabar tersebut. Itu artinya mereka akan lebih dalam mempelajari ilmu Islam lewat liqa/halaqah dan akan ikut bersama meramaikan dan mengisi ruang suasana tarbawi ini. Bak gayung bersambut, saya segera menyepakati hal tersebut, mengatur waktu sesuai dengan irisan waktu luang kami untuk bersama-sama duduk dalam lingkaran cinta dimana didalamnya kita mengais ilmu Allah bersama, saling belajar dan mencontoh lewat pribadi-pribadi teladan, saling menyantuni lewat perbedaan pendapat, dan banyak lainnya lewat lingkaran cahaya. 

Semoga Allah menautkan hati-hati kami pada kecintaan pada-Nya serta menjaga keistiqomahan kami hingga akhir hayat menjemput maut. Terimakasih Allah yang telah mengijinkanku mengenal dunia tarbawi ini. Juga terimakasih adik-adikku -ikhwati fillah-, bersamamu kuharap gapai ridhanya.

Semoga Allah ridha atas apa yang kita perbuat... Senantiasa mendoakan dalam kebaikan dan kesabaran. ^_~

24/02/2012

Bidadari-Bidadari Surga

Setelah sekian hari berjuang setengah hidup memanfaatkan sekian waktu yang panjang untuk membaca diktat-diktat kuliah dan duduk berfikir untuk menuangkannya pada sebuah tulisan lewat bantuan laptop ini, akhirnya Allah berikan waktu luang lainnya untuk saya bisa menuliskan tentang ini. Hmm, hari-hari itu benarlah menjadi hari yang berat untuk saya karena harus mengerjakan banyak sekali tugas kuliah yang padat dan pada jarak yang berdekatan pula. Tapi rupanya Allah berikan kenikmatan tiada tara setelah semuanya dilakukan dengan mencoba ikhtiar terbaik, alhamdulillah ya Allah... 


Empat hari berawal Selasa, saya menghabiskan hampir semua buku bacaan wajib berbahasa inggris all the time. Kalau boleh dikeluhkan, semuanya memang sangatlah berat. Buku-buku ini semua didatangkan dari negeri asal bahasa yang saya pelajari, Inggris. Selain dengan isinya yang bisa dikatakan tidaklah sekali baca langsung bisa dimengerti, kurikulumnya pun luar biasa dengan kombinasi rasa yang membuat otak memeras fikirnya. Tapi lagi-lagi Allah memang luar biasa, jika dijalani dengan ikhlas, alhamduliillah akan terasa lebih mudah. Hingga pada akhirnya, tibalah saya pada hari ini. 

Alhamdulillah, saya masih punya sedikit waktu untuk bisa menuliskan bait-bait cerita hidup untuk berbagi. Sebelum esok jumpa lagi dengan hari-hari yang luar biasa itu, saya sempatkan diri dulu untuk bisa mengisi blog saya ini dengan tulisan sederhana.

Sekarang, nak tengok kisah saya ini. ^_~

18/02/2012

Tentang Ukhuwah


(taken from: google image search)
Ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu,
Yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu,
Membuat terasa rugi jika tak berbagi.

Ukhuwah
Adalah tentang hati yang terikat,
Tentang doa-doa yang saling bertaut

Ia terasa sulit untuk dijabarkan dan diungkap,
Namun nyata dalam kata sederhana
Ia begitu dalam tuk diselami,
karena ia adalah iman berupa makna


Semoga Allah senantiasa mengikat hati-hati kita,
Saling mendoakan dan memberikan semangat.

Karena Allah,
Ukhuwah itu terus terbina,
Merentas masa tiada batas,
Bahkan abadi hingga menuju syurga.


*short message from one of my friends
Uhibbukum fillah ukhti... ^_~

Hifdzhil Lisan

Bismillahirrahmanirrahim...


"Allahummaghfirlii dzunuubii..."


Seketika malam menjadi begitu sedikit mencekam dan dingin yang semakin menusuk, sebelum menjemput tidur, saya sempatkan untuk menulis bagian kisah hari ini yang semoga bisa diambil sebagai hikmah. Dengan masih ditemani oleh Robbun Siwahnya Dai Nada, lagi-lagi hanya Allah-lah yang dijadikan tumpuan atas segala hal.
Semoga kita senantiasa dalam ingatan kepada banyak nikmat-Nya yang tiada terhingga.


Teringat percakapan dengan seorang sahabat laki-laki dalam sebuah net sosial. Ketika itu dia berkata dengan sebuah statement yang membawa nama seseorang sahabat perempuan kami dan nama seorang laki lain yang diduga sebagai kekasih dari wanita tersebut. Saya fikir itu hanyalah sebuah statement biasa. Saya padankan dengan komentar saya dengan mengatakan, "jangan buka kartu orang lain ah, tak baik tu". Sahabat saya menjawab dengan mengatakan, "lebih baik terang-terangan daripada sembunyi-sembunyi". Lantas saya hanya memberikan sign ':)' sebagai tanda bahwa itu cukup. Dia pun tidak memberikan komentar lagi.

Rupanya, satu jam kemudian...

Saya melihat postingan "lebih baik terang-terangan daripada sembunyi-sembunyi" dari sahabat saya telah dihapus dan justru yang ada adalah sebuah permintaan maaf untuk sang sahabat perempuan kami. Saya pun  kaget luar biasa dengan kekhawatiran yang mendera, tak fikir panjang bahwa saya pun harus meminta maaf padanya.

Apa pasal?


Ternyata sebelumnya, seorang sahabat perempuan kami (yang menjadi objek perbincangan) telah memberikan statementnya dengan bercampur nada emosi. Kurang lebih saya tuliskan seperti ini, "Tolong jangan berikan komen yang menggunjing ya, pantas saja telinga menjadi panas". 

14/02/2012

Segala Tentangmu, Aku Cinta

Bila waktu menawarkan padaku untuk dapat bersanding dan berbincang kata denganmu,
kan kuhulurkan tangan dan kuanggukan kepala tanda setuju.

Bahkan kiranya mata terpejam sedang hati bicara, aku akan mintakan pada Allah
agar aku bisa bersua denganmu dalam kejapan waktu.

Dengan segala hal yang ada padamu, menjadikan aku begitu cinta
Aku cinta bagaimana kau memandangku,
Aku cinta caramu ketika memanggil namaku,
Aku cinta jalanmu ketika bercakap denganku,

Engkau begitu lembut dengan cintamu,
Yang semakin menjadikan cintaku bertambah sekian waktu untukmu
Bahkan bila bilangan hari memintaku untuk memintal cinta-cinta yang telah terurai,
Tak kan ku biarkan dia terulur kembali dan menariknya darimu,
Sebab aku cinta

Tahukah kau,
Dalam diamku, bukan karena jauh yang kutuju
Namun ku pendam kerinduan dengan shahihnya waktu untuk ku ungkapkan rasa hati ini padamu
Agar shahih cinta yang kupunya,
Sebab ku tahu bahwa kau pun begitu mencintaku dengan seshahihnya cinta.

Diam-diam, kupandangi wajahmu dari kejauhan
Berusaha mengingatmu dalam sekian jarak kita terpisahkan
Ku raih segala yang kupunya bersamamu,
Dan ku yakin bahwa kau pasti tahu,
Terlalu banyak hal yang ku cinta darimu

Kau tahu,
Cintamu yang sangat merapatkan cintaku semakin menjadi
Tak kan ku lukiskan dengan perumpamaan apapun
Sebab cintaku terlalu luas untukmu

Hingga saat ini aku menanti dengan mahabbah rindu yang begitu sangat
Aku akan senantiasa menunggu waktu dimana ada sebuah kesaksian cintaku padamu
Agar kau yakin bahwa aku tulus mencintaimu

Aku mencintaimu dengan cinta yang sesungguhnya,
Kan ku jadikan kau sahabat dan cinta yang kekal untukku di yaumil akhir nanti,

Wahai Ibu...
Tahukah kau,
Segala tentangmu aku cinta 

11/02/2012

Happy Milad

Selamat menjumpai hari lahir untuk seseorang yang baik hati di kota Tangerang sana. 

Ehm.ehmm.. (Checking Voice)

Dua hari yang lalu sadar betul bahwa ada great moment di tanggal 11 Februari. Entah kenapa, waktu sore di tanggal 10 memorinya kehapus semua. Entahlah, mungkin virus nakal atau jelmaan jin yang membawa lari tuh memory. (Hahhh.. Biasa, suka berlebihan). 

Fortunately (Thanks to Allah), tadi malam jam 00.03 si Nokianya Hikari berguncang dan berteriak pelan, sontak aku kaget dan melepas semua bahan bacaanku untuk segera menjenguk si Noki, khawatir terjadi apa-apa dengannya. Oh my God, when I saw it, ada sebuah tulisan yang mengingatkanku akan hari lahirnya seseorang. Oh, how to be forgetful person I am! Langsung deh kirim pesan ke objek untuk sang empunya tanggal spesial di 11 Februari ini. 

Ehm.ehm.. (need some water nih)
Tentang isinya? Untuk yang satu ini mesti dan kudu di sensor dong. It was my privacy, right?!

Konon kabarnya, sang objek pernah mengatakan bahwa sebenarnya beliau juga bingung akan tanggal sebenarnya dia dilahirkan. Oh God... No! Kenapa tidak tanyakan langsung saja pada rumput yang bergoyang. 
But, whenever you were born, I always beg to Allah to give the best thing for you. (ini serius lho, bukan candaan).

Ok, Fine!! Nak tengok sejenak sape jiwa yang sua dengan harinye (kata orang Malaysia kalo lagi ngomong dengan gaya Melayunya)

Tara...........ini dia....!!! :) :) :)


Ow.ow.ow.. Upss, ini pasti kesalahan teknis. Bukan yang itu, tapi yang ini...


Nah, beliaulah orangnya. Ok Deh, selamat Milad Aa. Semoga Allah melimpahkan banyak keberkahan-Nya untukmu. Just to think and feel positively. Insha Allah you will kept on fine. :) Maaf ya A, gak bisa gifting-giftingan, soalnya lagi awal semester nih, jadi si money lagi ditukerin sama buku kuliah. Hehehe..

Hope fully to see you again in the best time. Really miss your voice and kidding...

08/02/2012

Kunjungan Habibie ke Garuda


by Nur Hayati Bening on Thursday, February 2, 2012 at 10:44am
Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua. 
Source : http://brosurkilat.com

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo



Source : Kaskus

03/02/2012

So Many Kind People around Me

Oh Allah, thank you for Your Blessing the day.
One day, I heard the one say: "The one's wrongness from thing may be conducted from their unknowing about the problem and no one besides them to remind them."

He remind me about something, my self in felt behind from others. Yes, one side  I think I was in prior in thing. Yet, in other side, I think I very very felt behind from others. It is complicated for me.
I was not blame one in this case, but now I aware fully that all decisions to success is in my hand.

So many kind people here, where I live. I will not ask why I felt behind? I do not want to say that I failed. I just wake up from the silence and correct my fault in the past to be better and be the best in the future. Yes, I could not blame anyone here except me. Because, so many people that motivate me to be success, directly or not.

It is my decision to wake up or stay. It is my verdict to do something useful. It is my time to speak.

May be it is about little thing for someone, but it is a big decision for my successful.

Now, I want everyone know that I am here, I am Exist, and I can compete with you.
I prove it!

31/01/2012

My Lovely One

Today make me have the tears more and more. After around two weeks I am with my beloved one, finally time demand me to leave her. The time want me to leave the nice moment with the one that I love. The one most I love in this world.
Sincerely, I do not want to leave her. I do not want to make her alone without me. My pretension is about together with her every times. But, it is the consequence from getting the dreams.
After the dawn was fallen, I have the journey to my city where I learn about many things, many problem solutions, even many ways to know more about Allah, Bandung.
At the first, every things is OK. My heart beats normally, as well as my feeling. My legs stepped so firmly established. I believe that is my way.On a journey to the destination place, I tried to enjoy my journey with reading a book to make me forget about my want. It was done normally.

But, every thing was changes when I get my time in rent house. My feeling, my thinking, my happiness was changes. My pretension come back demand me to have the first want to live together with my mom.
Every thing even become the bad things after I got wake up from my rest. My feeling was to be sixes and sevens. I just have one demand to my self, I want to come back to my home.
When I tried to take coolly for my self, it was become bad over and over. Even, when I listened the song about mom, it made me feel bad. My tears was fallen. I cried more and more. Nothings could  make me calm down. Nothing one could make my feeling save. I just can to beg Allah to arrange my meeting with my beloved one in the nicest time.

I miss my mom sincerely. I miss the time with my mom. I miss the time with her. I really miss her...

Oh God, please...save her for me. I am really sorry for much love me for her.

26/12/2011

Rekapitulasi Nilai Akhir kelompok Mentoring 72 PAI MKDU UPI sms Ganjil 11-12

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adik-adik shalihah...


Spesial buat kelompok kita, nilai-nilainya teteh publish di blog ya. Ehm.. gak tau nih legal ato gak dari pihak manajemen PT. Tapi yang pasti, ini teteh lakukan agar menghindari terjadinya tabrakan antara gejolak penasarannya hati dan pengin tahunya diri akan nilai akhir mentoring adik-adik selama satu semester. (Lebayyy...:)

Ya..kalo di jumlah-jamlih dari beberapa nilai terkategorisasi, ternyata nilainya seperti berikut:










Ehmm..

Barakallahulakum buat adik-adik teteh yang shalihah. Buat Indah sang kapten kelompok mentoring kita (ditengah kesibukannya tapi teteep..masih bisa ngatur jadwal mentoring kita), buat Erni yang lucu dan mirip babeh-babeh kalo bersin (hahay...itu analisis teteh selama kita bersama lho dek, ya kalo dipadanin sih mirip.. :), buat Pipit yang agak 'loading' dan kesan jepit jemuran dibalik kerudungnya (makasih-makasih, luuucu banget), buat Hana yang seneng dengerin cerita and businesswati (mantep lah, KDnya sempurna..Hehehe...), buat Widia yang diem2 kalem gimana...gitu (ayo mulai nulis dek). buat Tika yang apreciate banget (ngomong-ngomong, ngerti kan maksudnya apreciate dek? Haha.. ngerti lah ya..), juga buat Ulfah sang Qori'ah yang tawadhu), buat Maurita yang ternyata dibalik keanggunan hijabnya adalah seorang petarung yo.. (Otot kawat, tulang besi ya dek.. :), buat Nur yang hanif (istiqomah akan amalan shalihnya ya dek..), buat Risa yang cantik dan cerdas (ayo semangat dek..), buat Numi yang lucu (imut-imut, cute-cute gitu deh..), buat Oci Ocita yang tetep semangat jauh-jauh naik kereta buat mentoring kita (Allah tahu keikhlasan ikhtiarmu dek.. :), and... siapa lagi ya...?! Oh ia, one more left, spesial buat adik teteh penggemarnya pak Pandu Hyangsewu (uppss, kelantasan), Yunita, semoga hatinya terjaga dan istiqomah dengan hijabnya ya dek...

Pokoknya barakallah dan jazakumullah deh buat adik-adikku yang shalihah.

Adikku, kecintaan terbina bukanlah hanya karena banyaknya pertemuan dan seringnya interaksi jiwa, tapi tentu keduanya adalah indikasi dimana cinta bermula. Pun teteh, kecintaan teteh pada adik-adik bermula dari pertemuan-pertemuan kita dalam lingkaran cahaya menggali ilmu Allah, lambat laun kecintaan menimbulkan kerinduan ingin bertemu, dan dari pertemuan-pertemuan kita betapa Allah tumbuhkan rasa kasih dan sayang diantara kita. Semoga Allah menautka hati-hati kita dalam barisan hubbullah, fillah, fisabilillah...

Tentu teteh akan sangat senang bila mendapati adik-adik teteh masih istiqomah dan berkomitmen dalam pembinaan diri lewat lingkaran-lingkaran menggali ilmu Allah. Dengan teteh atau tidak, it's no matter. Mentoring adalah salah satu upaya kita untuk menjaga diri dan menambah pemahaman kita terhadap ilmu Allah, dan baaanyak lagi kemanfaatan yang kita dapat darinya. Hmm...kita beruntung karena sudah di fasilitasi, tinggal gimana kita memanfaatkannya ya dek. Ya enggak?! Ya iya lah... hehe

Tak lupa pula teteh haturkan beribu-ribu kata maaf atas kekhilafan-kekhilafan teteh lewat pertemuan-pertemuan kita. Tolong dimaafin ya dek... :)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

14/12/2011

Tentang Cinta pada yang Sirri

Pada seseorang, yang padanya ku titipkan jawaban dari setitik rasa. Bila damai terus berjatuhan menghempaskan beningnya embun pagi dalam lubuk hati, biar engkau terus bersamainya agar harapan dan angan kosong tak memekakkan kesadaran dan kebeningan jiwa. Betapa banyak jiwa yang lalai akan keadaan dan terhempas bahkan terjerembab dalam kenistaan dari kesudahannya pada keimanan.




Betapa banyak hati-hati yang dengannya waktu bergulir, ianya tak mampu menahan beban dari beratnya pasir dan debu yang saling bertindih sedikit demi sedikit lewat serpihan-serpihan kenistaan yang ditumpuk. Semakin kelam berjalan, semakin pekat dan gelap hatinya melihat kebenaran.


Pada seseorang, yang padanya kuingin katakan sesuatu yang menakjubkan. Agar kau dan aku bersama dalam ketakjuban mencintai-Nya. Pastilah indah jika kita membersamai waktu dalam menakjubi sebuah ketakjuban yang tiada penghujungnya. 


Pernah ada pada satu masa dimana antara hatimu dan hatiku bergelut menjadi sebuah runtutan pereadaran dan saling mengejar satu sama lain dalam kebenaran. Waktu itu kita buta akan sebenarnya makna kehakikian. Pada itu kita benar-benar terlena akan sebenarnya jalan cahaya karena hanya membiarkan sehala tercelah dari ikatannya.


Kini ku tawarkan satu hal yang padanya harus kita gadaikan kesenangan dan ketakjuban belaka pada dunia. Maukah kau membersamaiku untuk membersamai-Nya sekian waktu sampai pada mana masa-masa kita terhenti?

dan...

07/12/2011

Why do I Like Meatballs?

Baso, oh Baso...

Masyaallah, daya tariknya menggoda dunia. Menggoyahkan iman bagi yang orang yang belum kuat imannya untuk memakannya. Aduhhh... Ga ada ide buat nulis, cuma ada ide untuk makan baso. Full of thinking meatball tonight!!! Ya Allah Ummi... pengin makan baso..................... ^_^

Duhai baso, sejauh ini aku tak memiliki alasan kuat untuk tidak mencintaimu. Dari kejauhan, harummu kadang membuatku tak berpanjangan dalam berfikir. Gak mikir duit tinggal dikit sama perut udah kenyang, yang penting kamu masuk. Ya Allah dah,,, israf BeGeTe seh!!

24/11/2011

10 Kunci Tadabur Al-Quran

Apa sih Tadabur itu?


Tadabur artinya merenungi ayat-ayat al-Qur'an untuk memahami dan mengetahui kandungan makna dan hikmah yang ada dalam ayat tersebut. Ia mempunyai ciri sejumlah ciri yang bisa dilihat dari orang yang melakukannya. Seperti dalam surat Al Maidah:83 dikutip "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kebenaran Nabi Muhammad SAW)."

Sudahkah Terefleksi dalam Diri Kita?

Sahabat, tidak jarang dari kita yang membaca Al-Qur'an tanpa menghadirkan hati, sehingga apa yang dibaca  hanya cukup mendominasikan keindahan lagam dan bahkan parahnya lagi ada asumsi 'yang penting baca daripada gak sama sekali'. Betul memang ketika kita membaca Al-Qur'an pahalanya akan tertoreh dari tiap helaian ayat demi ayatnya, kata demi katanya, bahkan pun pada huruf demi hurufnya. Bahkan tiada bacaan lain yang menandingi keistimewaan Al-Qur'an.

Tapi sahabat, seringkali kita menafikan bahwa sesungguhnya amalan kita dalam tilawah barulah sekedar membacanya, bahkan masih jauh dari proses untuk mengamalkannya dalam tiap gerak nafas kita, dalam muamalah horizontal kita dengan manusia, dan dalam hubungan vertikal kita dengan Allah. Maka tidaklah heran jika ada orang yang intensitas bacaan Al Qur'annya sering, tapi amalan shalihnya tidak berbanding lurus dengannya. Nah lho!

Faktor utama adalah karena ketika membaca Al Qur'an tidak diiringi dengan mentadaburinya. Seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa proses tadabur adalah sebuah proses untuk knowing and understanding makna dari tiap kandungan ayat Al-Qur'an sehingga mampu terefleksi dalam amalan-amalan shalih dalam kehidupan sang qorinya. Proses mentadaburi Al-Qur'an adalah sebuah proses yang terkait pada hati, sebab hati adalah sasaran yang menjadi medan perubahan yang diinginkan Al-Qur'an. Karenanya, Al-Qur'an harus sampai pada hati. Nah, ini dia beberapa kunci untuk kita bisa mentadaburi Al-Qur'an.

1. Hati adalah jembatan atau alat untuk memahami Al-Qur'an. So, kondisikan hati kita dengan penuh ikhlas kepada Allah saat membaca Al-Qur'an.

06/10/2011

Noda, noda... Buat pusing aja!

Waduh, waduh, cuma gara-gara nyuekin pakaian beberapa hari aja dalam rendaman, langsung ada yang melakukan demonstrasi didalam air. Padahal kan saya cukup padat agenda, sehingga sedikit lebih cu-ek pada pakaian saya itu. Salah satu pakaian yang berhasil mendemo dan memaksa saya untuk langsung mencuci mereka adalah kaos hitam saya yang tanpa saya tahu -apakah dia memaksa atau tidak- telah membagi-bagi warnanya pada tumpukan pakaian tetangganya (baju saya yang warna pink).

Otomatis, ketika saya mengambil baju warna pink untuk saya kucek, oalah...saya kaget luar biasa. Ko bisa sih dia mau-maunya di tularin warna sama si hitam. Jadilah, tidak enak dilihat.
Emang sih saya salah, suruh siapa mencampurkan warna hitam dengan warna-warna lainnya dalam satu rendaman. Kondisi waktu itu saya lupa bahwa si hitam saya daftarkan masuk pada ember yang sama dengan warna lainnya. Saya lupa bahwa si hitam punya efek negatif untuk warna lainnya kalau di padukan dalam satu ember.

Hmm..sekarang nasi sudah menjadi bubur. Maka, tinggal menyulap bubur yang biasa menjadi ruuarrr...biazzza.
Selesai nyuci, langsung nyari info dari 'mbah google' tentang hal yang berkaitan dengan masalah saya.
Alhamdulillah, ada banyak solusi, bahkan sampai pada masalah-masalah yang belum terjadi. (he.he.. niat!!!)

Nah, berikut saya cantumkan hasil yang saya dapat dari wawancara sama 'mbah google' hari ini tentang noda pada pakaian.

29/09/2011

Itukah Persahabatan...






Itukah Persahabatan (Dihapin)


Semula kau kuanggap pelita dalam hidupku
semula kau kuanggap mata air gersang batinku
kau basuh kegundahanku dengan gelak tawa ceritamu
kau siram kegelisahanku dengan cerita manismu

selalu kurasakan senangnya hati denganmu
selalu kuharapkan saat-saat kehadiranmu
kau basuh keresahanku dengan kisah-kisah hinamu
kau siram kedukaanku dengan semua dustamu

Reff: serasa kuterjaga
dalam mimpi setelah aku sadari
engkau berlabuh
hanya dikala suka tiada kala kuduka
itukah persahabatan
yang engkau tawarkan
tak pernah nyata terbalaskan
oh betapa kecewa ku kepadamu
betapa kecewa sahabatku

wahai illahi....Rabbi..
berilah aku ketajaman mata hati
sahabat sejati...sahabat sejati 


Sahabat, pernah denger lirik di atas? Wah, Subhanallah keren deh maknanya, hmmm musiknya juga seru. (duh, penilaian pribadi tuh :P)
Yup, Dihapin dengan judul lagunya "Itukah Persahabatan". 

Manusia sebagai makhluk sosial tentu memerankan perannya dalam sosialisasi heterogen (atau homogen) dengan manusia lainnya. Didalam proses sosialisasinya, ada interaksi dimana antara satu makhluk (red: manusia) merasa membutuhkan deeperly. Artinya, seseorang merasa terpaut lebih jauh ketika disana ada sebuah kenyamanan dari kebersamaan. Nah, ini yang namanya buah sosialisasi dan interaksi. 

Hubungan dekat (sahabat) antara seseorang dengan seseorang lainnya menjadikan satu sama lain akan merasa nyaman dan aman di dekatnya. Sebelum merangkak lebih jauh, garis bawahi kata-kata "sahabat" ya. Sahabat disini lebih kepada interaksi positif sesama jenis, kalau antar jenis, terkadang persahabatan bisa merambah pada hal-hal yang tidak diinginkan (mungkin diinginkan oleh sebagian orang). -Ah, penilaian yang berasaskan pengalaman dari kawan-kawan itu mah-


26/09/2011

Betapa Sesungguhnya Waktu itu 'Singkat'




Bismillahirrahmanirrahiim...

Allahumma, banyak sekali di antara tanda-tanda kehidupan yang bisa di jadikan ibrah untuk hidup orang yang menilainya. Fikir tanpa berzikir adalah sebuah kebodohan, sedangkan zikir tanpa fikir adalah kelaliman. Itulah hidup, dimana diperlukan adanya ketawazunan agar semua menjadi sesuai kadarnya. Ketika dzikir dan fikir menjadi sebuah satu kesatuan, maka insyaallah selamat sampai tujuan (kematian dan jannah-Nya). 

Sore ini, kusempatkan diri sekian waktu untuk menuliskan sesuatu (insyaallah manfa'at) sebelum kewajiban membaca buku dan lainnya mengantre. Tentang kematian, betapa banyak hal yang bisa kita ambil hikmah darinya.

Pagi ketika waktu dhuha menjelang, tersiar kabar bahwa seseorang yang dekat dengan kami (bapak kos-an) telah meninggal dunia. Masya Allah, ketika kabar itu diterima, betapa banyak fikiran-fikiran yang berkecamuk dalam ingatan. Ada satu waktu dimana rencana hanya tinggal rencana dan tujuan tidak menjadi akhir jawaban. Bapak ini adalah seorang yang baik lagi berpendidikan, beliau sakit dan dirawat di salah satu RS untuk beberapa waktu yang cukup lama. Kami (para akhwat penghuni rumah kos beliau) berencana untuk menjenguknya di RS. Wallahu a'lam, PASTI ada yang salah dengan kami -para perencana- yang hanya menyisakan rencana untuk menjenguk beliau menjadi sebenar-benarnya rencana.