::> Mengkritik tidak berarti membenci, menyokong tidak semestinya sefikrah, berbeda pendapat adalah sebaik-baik teman berfikir <::

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

07/05/2012

Fase Hidup

Terkadang saya berfikir bagaimana agar bisa melangkah pada anak tangga kehidupan selanjutnya bila hati merasa stagnan dan cara berfikir telampau apatis. Hampir hilanglah kesabaran dan muncul keputus-asaan tentang hidup ini, akankah wafat dalam kehusnul khatimahan? Allah ya Rabb... Faghfirliy..

Saya tak ingin tanyakan kenapa sakit ini terus bersemayam dalam jiwa, dan mengapa hanya sebagian kecil orang yang merasainya. Dan saya, adalah termasuk dari mereka. Sekali lagi, tak ingin saya tanyakan itu. Tapi tiap kali berdiam diri, sepi menjambak-jambak hati untuk terus terperosok dalam jurang tanya mendalam, Allah apakah sakit ini tak akan kunjung sembuh hingga ajal menjelang masa?

Kata tiada ku ucap pada siapapun jiwa, baik shahib terdekat, apalah lagi pada ibunda dan keluarga tercinta. Biar Allah menjadi tempat mengadu segala problema. Tapi, jika masa begitu terasa berat dan beban sudahlah memuncak, hanya air mata yang tumpah dalam peraduan. Sakitnya teramat sangat, bahkan aku takut mati dalam kesakitan itu. Ya, aku takut menjumpai Allah dan terputus ajal ketika aku merasakan sakitnya sakitku. Sebab aku tak mau Dia melihatku dalam keadaan tak lagi cantik menikmati dan mensyukuri hidup.

Ya Allah, semakin hari semakin menjadi. Sakitnya memang melebihi rasa semayam duri dalam daging. Apakah kiranya ini yang menjadi momok stadium akhirku. Aku tak tahu. Dokter dan obat bukanlah cinta yang menyembuhkan. Tapi yang kubutuh hanya sebuah nasihat yang menyejukkan.

Ya Allah, hingga umurku menjelang 20, tak satupun jiwa yang ku ijinkan tahu tentangku. Biar cukup antara Kau dan aku, kita jalin cinta lewat itu. Yang ku ingin kini, pengasingan diri dan menjalin cintaku pada-Mu yang telah lama robek lewat dosa-dosa dilatasi waktuku. Semaian benih cintaku, masih lama tumbuh hingga ia berubah menjadi mahabbah tak terbeli dunia. Ya Allah, Isyfali...

Sudut ruang disaat sakit itu sungguh merasuki jiwa