::> Mengkritik tidak berarti membenci, menyokong tidak semestinya sefikrah, berbeda pendapat adalah sebaik-baik teman berfikir <::

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

25/01/2013

Meniti Rindu

Kudus, 25 Januari 2013

Dari pojok rindu kepada ikhwah tercinta, yang senantiasa mengingatkan tentang penghambaan kepada Allah, menyulam prestasi bersama-sama, menggapai asa saling menapaki jejakan kesabaran dan kejujuran, ya, pada kalian Ikhwah Tutorial, tempat dimana awal mula aku menghempaskan diri pada kenyamanan mencintai Allah, bersamanya tarbiyah, maka bersamanya tempaan menjadi hamba yang kuat jiwa raganya.

Ada sesal luar biasa. Tangis dan rindu bahkan telah menjadi teman sepanjang hari mengingat masa-masa dimana antum semua sedang menutup mujahadah bersama-sama, sedang aku sendiri disini "tertinggal" dan terhalang untuk "menyusul" jejak kalian.

Namun, lagi-lagi Allah tak biarkan hambanya berputus asa, maka ku azzamkan diri, bahwa betapapun besar keinginan diri untuk membersamai kalian disana dalam agenda penuh makna dan manfaat luar biasa, maka disini, kuagendakan untuk menambah ilmu, menggapai asa menjadi seorang hafidzhah, dan Kudus, adalah jajakanku.

Ikhwati, andai angin dapat menyampaikan salam kerinduan dan kecintaanku langsung pada kalian semua, maka telah jauh hari kutitipkan hal itu padanya. Agar sampai anganku, dan kalian tahu bahwa aku rindu pada mujahadah dan kebersamaan kita. Namun disini hanya doa pada Rabb kita dan pesan-pesan biasa yang mampu ku lukiskan untuk merepresentasi rindu pada yang jauh dimata namun kasih sayangnya terikat kuat dihati, karena Allah-lah hati-hati kita ditautkan, sehingga sejujurnya, aku sendiripun terheran dengan ukhuwah model abad 21 ini, beginilah Rabb kita menyusupkan cinta dihati-hati kita.

"Fa'inna ma'al 'usri yusraa, inna inna ma'al 'usri yusraa", begitulah Rabb kita berpesan.
Dan "kesulitan" serta kesesakan hati itu semua telah terganti oleh takdir Allah yang lainnya, meski ada sedikit yang menyisa. Ikhwati, saat ini, aku tengah duduk dipojok surau, menunggu Shubuh disebuah pesantren dimana didalamnya banyak hamba-hamba Allah yang tengah sibuk mentadaburi dan menghafal ayat-ayat cintanya. Ya, semoga ikhtiarku tak berbalas sia, dan harapan tak berbalas kehampaan. Ini hanyalah sebuah usaha untuk mengganti harapan yang begitu tinggi membersamai kalian, suatu hari nanti, semoga kita dipertemukan Allah dalam keadaan jatuh cinta dan tertatih-tatih mencintai Allah, agar kuat buhul-buhul kerinduan untuk bertemu, agar kokoh kasih yang telah diikatkan Allah, sehingga hanya Allah saja penghujungnya.

Dibiaskan kepada para ikhwah yang tengah menikmati sepertiga malam
di Garut penuh makna mahabbatullah,

dari yang sangat merindukan antum,
Syifa Zein Azzahra